Detail Pengembangan CFLD Indonesia di Karawang

CFLD Indonesia

Tidak semua daerah mempunyai potensi menjadi daerah potensial sehingga pengembang tertarik untuk melakukan investasi dan juga melakukan pengembangan di daerah tersebut.

Harus ada alasan yang tepat untuk dapat menarik pengembang real estate untuk melakukan pengembangan yang dilakukan sehingga nantinya proyek yang akan dikerjakan juga akan mendapatkan keuntungan.

Karena apabila asal pilih daerah dan juga tidak mempunyai tujuan yang jelas maka hal tersebut sama saja bunuh diri.

Hal tersebut tentunya dikarenakan proyek pengembangan real estate sendiri mempunyai dana yang banyak dan waktu yang juga tidak sebentar.

Sehingga proyek tersebut harus dikerjakan dengan rencana sangat matang dan juga pengerjaan yang sungguh-sungguh.

Hal itu yang juga menjadi pertimbangan CFLD Indonesia untuk dapat memilih tempat pengembangan yang cocok di dalam negeri.

Sebagai pengembang asing yang berasal dari Tiongkok dan mempunyai kantor di Singapura untuk CFLD International, salah satu perusahaan raksasa dari negara yang juga perekonomiannya sangat berkembang pesat juga mencoba peruntungannya di Indonesia.

Dimana perusahaan ini mempunyai dua daerah yang akan dikembangkan dan semuanya masih berada di daerah Jawa.

Daerah tersebut adalah di Karawang dan juga Tangerang yang mempunyai alasan khusus mengapa memilih daerah tersebut.

Akan tetapi pada umumnya dua daerah tersebut mempunyai potensial yang bisa dikembangkan mengapa memilih daerah pinggiran Jakarta yaitu di Tangerang dan Karawang.

Adapun untuk salah satu kota yang dipilih CFLD Indonesia adalah di Karawang. Dimana Karawang merupakan pusat manufaktur yang ada di Indonesia dengan berbagai macam potensial yang dimilikinya.

Kota ini mempunyai potensial pekerja, perusahaan, dan juga lahan yang bisa digunakan untuk dapat mengembangkan kota ini menjadi daerah industri baru yang menguntungkan untuk pengembang, dalam hal ini adalah CFLD di Indonesia.

Karena beragam alasan yang melatarbelakanginya, CFLD memilih Karawang sebagai daerah potensial untuk melakukan pengembangan proyek kawasan industri.

Untuk lebih lengkapnya mengetahui mengenai proyek tersebut, tiga hal di bawah ini merupakan detail yang dapat diperhatikan dari upaya pembangunan kawasan industri yang ada di Karawang oleh CFLD.

Mitra lokal

Sama seperti cara kerja oleh CFLD di berbagai proyek yang telah dilakukan sebelumnya di berbagai negara.

Ketika akan melakukan proyek pengembangan dan pembangunan juga akan mempunyai dukungan dan bekerjasama dari perusahaan dalam negeri atau lokal dan juga dari dukungan pemerintah.

Sehingga hal tersebut akan memudahkan untuk melakukan pembangunan yang diinginkan. Untuk proyek pembangunan kawasan industri yang ada di Karawang sendiri, CFLD menggandeng perusahaan Indonesia yang sudah terkenal dan mempunyai pengalaman yang sangat lama di Indonesia yaitu PT Agung Podomoro Land (APLN).

Luas lahan

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan dari proyek pembangunan kawasan industri adalah dari luas lahan yang akan dikerjakan.

Dimana PT Podomoro mempunyai tugas untuk penyedia lahan yang akan dijadikan sebagai kawasan industri.

Adapun untuk rencana luas lahan yang akan digunakan untuk proyek besar ini adalah sekitar 200 hektare. Lahan tersebut akan dijadikan sebagai kawasan industri seperti kombinasi antara BSD, Jababeka, dan SCBD.

Biaya yang digelontorkan

Ketika akan melakukan pembangunan proyek tentunya dibutuhkan biaya yang besar. Hal tersebut juga disadari oleh CFLD Indonesia yang telah mengeluarkan dana setidaknya 4 trilyun untuk pelaksanaan proyek ini.

Dana 4 trilyun tersebut sendiri merupakan dana yang dihabiskan untuk pembebasan lahan di dua pengembangan CFLD yang ada di Indonesia yaitu di Karawang dan Tangerang.

Sekian artikel seputar CFLD Indonesia di Karawang dari youthpartnership.web.id semoga informasi ini bisa bermanfaat.